Kamis, 24 Januari 2013

Gunung Bromo


Gunung Bromo (dari bahasa SanskertaBrahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten ProbolinggoPasuruan,Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Sejarah letusan

Selama abad XX, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2010.
Sejarah letusan Bromo: 201120102004200119951984198319801972195619551950194819401939193519301929,1928192219211915191619101909190719081907190619071896189318901888188618871886188518861885,1877186718681866186518651860185918581858185718561844184318431835183018301829182518221823,1820181518041775, dan 1767.

Bromo sebagai gunung suci

Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Bromo



Gunung Merapi


Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten SlemanDaerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.
Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali.[rujukan?] Kota Magelang danKota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat pemukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini (Decade Volcanoes).

Geologi

Gunung Merapi adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Gunung ini terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa. Puncak yang sekarang ini tidak ditumbuhi vegetasi karena aktivitas vulkanik tinggi. Puncak ini tumbuh di sisi barat daya puncak Gunung Batulawang yang lebih tua.[2]
Proses pembentukan Gunung Merapi telah dipelajari dan dipublikasi sejak 1989 dan seterusnya.[3] Berthomier, seorang sarjana Prancis, membagi perkembangan Merapi dalam empat tahap.[4] Tahap pertama adalah Pra-Merapi (sampai 400.000 tahun yang lalu), yaitu Gunung Bibi yang bagiannya masih dapat dilihat di sisi timur puncak Merapi. Tahap Merapi Tua terjadi ketika Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut (60.000 - 8000 tahun lalu). Sisa-sisa tahap ini adalah Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di bagian selatan, yang terbentuk dari lava basaltik. Selanjutnya adalah Merapi Pertengahan (8000 - 2000 tahun lalu), ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak tinggi, seperti Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, yang tersusun dari lava andesit. Proses pembentukan pada masa ini ditandai dengan aliran lava, breksiasi lava, dan awan panas. Aktivitas Merapi telah bersifat letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan runtuhan material ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda dengan panjang 7 km, lebar 1-2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasarbubar (atau Pasarbubrah) diperkirakan terbentuk pada masa ini. Puncak Merapi yang sekarang, Puncak Anyar, baru mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan VEI 4 berdasarkan pengamatan lapisan tefra.
Karakteristik letusan sejak 1953 adalah desakan lava ke puncak kawah disertai dengan keruntuhan kubah lava secara periodik dan pembentukan awan panas (nuée ardente) yang dapat meluncur di lereng gunung atau vertikal ke atas. Letusan tipe Merapi ini secara umum tidak mengeluarkan suara ledakan tetapi desisan. Kubah puncak yang ada sampai 2010 adalah hasil proses yang berlangsung sejak letusan gas 1969.[2]
Pakar geologi pada tahun 2006 mendeteksi adanya ruang raksasa di bawah Merapi berisi material seperti lumpur yang secara "signifikan menghambat gelombang getaran gempa bumi". Para ilmuwan memperkirakan material itu adalah magma.[5] Kantung magma ini merupakan bagian dari formasi yang terbentuk akibat menghunjamnya Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia[6].
Puncak Merapi pada tahun 1930.
Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar tercatat pada tahun 1006 (dugaan), 178618221872, dan 1930. Letusan pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu, berdasarkan pengamatan timbunan debu vulkanik.[7] Ahli geologi Belanda, van Bemmelen, berteori bahwa letusan tersebut menyebabkan pusatKerajaan Medang (Mataram Kuno) harus berpindah ke Jawa Timur. Letusan pada tahun 1872 dianggap sebagai letusan terkuat dalam catatan geologi modern dengan skala VEI mencapai 3 sampai 4. Letusan terbaru, 2010, diperkirakan juga memiliki kekuatan yang mendekati atau sama. Letusan tahun1930, yang menghancurkan tiga belas desa dan menewaskan 1400 orang, merupakan letusan dengan catatan korban terbesar hingga sekarang.
Letusan bulan November 1994 menyebabkan luncuran awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban 60 jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus. Pada tahun 2006 Gunung Merapi kembali beraktivitas tinggi dan sempat menelan dua nyawa sukarelawan di kawasan Kaliadem karena terkena terjangan awan panas. Rangkaian letusan pada bulan Oktober dan November 2010 dievaluasi sebagai yang terbesar sejak letusan 1872 dan memakan korban nyawa 273 orang (per 17 November 2010), meskipun telah diberlakukan pengamatan yang intensif dan persiapan manajemen pengungsian. Letusan 2010 juga teramati sebagai penyimpangan dari letusan "tipe Merapi" karena bersifat eksplosif disertai suara ledakan dan gemuruh yang terdengar hingga jarak 20-30 km.
Gunung ini dimonitor non-stop oleh Pusat Pengamatan Gunung Merapi di Kota Yogyakarta, dibantu dengan berbagai instrumen geofisika telemetri di sekitar puncak gunung serta sejumlah pos pengamatan visual dan pencatat kegempaan di Ngepos (Srumbung), Babadan, dan Kaliurang.

Erupsi 2006

Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakartasudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.
Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah Istimewa Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik - artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar dari kubah Merapi.
1 JuniHujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten MagelangJawa TengahMuntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini.
8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09:03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09:40 WIB. Semburan awan panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman.

Erupsi 2010

Peningkatan status dari "normal aktif" menjadi "waspada" pada tanggal 20 September 2010 direkomendasi oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Setelah sekitar satu bulan, pada tanggal 21 Oktober status berubah menjadi "siaga" sejak pukul 18.00 WIB. Pada tingkat ini kegiatan pengungsian sudah harus dipersiapkan. Karena aktivitas yang semakin meningkat, ditunjukkan dengan tingginya frekuensi gempa multifase dan gempa vulkanik, sejak pukul 06.00 WIB tangggal 25 Oktober BPPTK Yogyakarta merekomendasi peningkatan status Gunung Merapi menjadi "awas" dan semua penghuni wilayah dalam radius 10 km dari puncak harus dievakuasi dan diungsikan ke wilayah aman.
Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB tanggal 26 Oktober. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. dan menelan korban 43 orang, ditambah seorang bayi dari Magelang yang tewas karena gangguan pernapasan.
Sejak saat itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tidak teratur. Mulai 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB. Selanjutnya mulai teramati titik api diam di puncak pada tanggal 1 November, menandai fase baru bahwa magma telah mencapai lubang kawah.
Namun demikian, berbeda dari karakter Merapi biasanya, bukannya terjadi pembentukan kubah lava baru, malah yang terjadi adalah peningkatan aktivitas semburan lava dan awan panas sejak 3 November. Erupsi eksplosif berupa letusan besar diawali pada pagi hari Kamis, 4 November 2010, menghasilkan kolom awan setinggi 4 km dan semburan awan panas ke berbagai arah di kaki Merapi. Selanjutnya, sejak sekitar pukul tiga siang hari terjadi letusan yang tidak henti-hentinya hingga malam hari dan mencapai puncaknya pada dini hari Jumat 5 November 2010. Menjelang tengah malam, radius bahaya untuk semua tempat diperbesar menjadi 20 km dari puncak. Rangkaian letusan ini serta suara gemuruh terdengar hingga Kota Yogyakarta (jarak sekitar 27 km dari puncak), Kota Magelang, dan pusat Kabupaten Wonosobo (jarak 50 km). Hujan kerikil dan pasir mencapai Kota Yogyakarta bagian utara, sedangkan hujan abu vulkanik pekat melanda hingga Purwokerto dan Cilacap. Pada siang harinya, debu vulkanik diketahui telah mencapai TasikmalayaBandung, dan Bogor.
Bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin juga mengancam kawasan lebih rendah setelah pada tanggal 4 November terjadi hujan deras di sekitar puncak Merapi. Pada tanggal 5 November Kali Code di kawasan Kota Yogyakarta dinyatakan berstatus "awas" (red alert).
Letusan kuat 5 November diikuti oleh aktivitas tinggi selama sekitar seminggu, sebelum kemudian terjadi sedikit penurunan aktivitas, namun status keamanan tetap "Awas". Pada tanggal 15 November 2010 batas radius bahaya untuk Kabupaten Magelang dikurangi menjadi 15 km dan untuk dua kabupaten Jawa Tengah lainnya menjadi 10 km. Hanya bagi Kab. Sleman yang masih tetap diberlakukan radius bahaya 20 km.




Vegetasi

Gunung Merapi di bagian puncak tidak pernah ditumbuhi vegetasi karena aktivitas yang tinggi. Jenis tumbuhan di bagian teratas bertipe alpina khas pegunungan Jawa, seperti Rhododendron danedeweis jawa. Agak ke bawah terdapat hutan bambu dan tetumbuhan pegunungan tropika.
Lereng Merapi, khususnya di bawah 1.000 m, merupakan tempat asal dua kultivar salak unggul nasional, yaitu salak 'Pondoh' dan 'Nglumut'.

Rute pendakian

Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang populer. karena gunung ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari SèloKabupaten BoyolaliJawa Tengah, tepatnya di Desa Tlogolele. Desa ini terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu sekitar lima jam hingga ke puncak.
Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan PakemKabupaten SlemanYogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari SawanganKabupaten MagelangJawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan KemalangKabupaten Klaten,Jawa Tengah.

SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merapi

Pemanasan Global, Rekor Suhu Panas Naik Lima Kali Lipat


















KOMPAS.com - Dalam studi yang dipublikasikan oleh peneliti asal Jerman dan Spanyol, disebutkan bahwa pemanasan global telah menyebabkan rekor suhu tinggi bulanan akan meningkat frekuensinya hingga lima kali lipat. Di sebagian kawasan Eropa, Afrika, dan selatan Asia, frekuensi bulan-bulan dengan suhu panas yang memecahkan rekor telah meningkat sepuluh kali lipat.

Bukti-bukti ini didapat setelah para peneliti menganalisa data temperatur bulanan selama 131 tahun terakhir yang dipantau dari 12 ribu titik di seluruh dunia yang disimpan di database NASA. Ironisnya, jika pemanasan global akibat ulah manusia tidak disertakan dalam penghitungan, rekor-rekor bulan terpanas akan berkurang hingga 80 persen.

“Gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya muncul pada dekade lalu. Sebagai contoh, seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2012, di Russia pada tahun 2010, Australia pada 2009, dan Eropa pada tahun 2003,” kata Dim Coumou, peneliti dari Potsdam Institute for Climate Impact Research, Berlin, Jerman.

Dalam 30 tahun ke depan, dengan tren pemanasan global yang ada saat ini, jumlah rekor bulan-bulan terpanas akan 12 kali lipat lebih banyak dibanding saat ini. “Artinya, suhu tinggi di musim panas bukan saja akan muncul 12 kali lipat lebih sering, tapi jauh lebih buruk lagi,” kata Coumou.

Meski demikian, Coumou menyebutkan, untuk dihitung sebagai rekor baru, gelombang suhu panas itu memang harus mengalahkan rekor suhu panas yang akan terjadi di 2020 dan 2030-an. Padahal, temperatur di tahun-tahun tersebut sudah lebih panas dibandingkan dengan yang pernah kita alami sampai saat ini.

Studi yang dilakukan bersama-sama dengan peneliti dari Complutense University of Madrid ini dipublikasikan di jurnal Climatic Change. (Abiyu Pradipa/National Geographic Indonesia)

Kata Ilmuwan, Lubang Hitam Berbentuk Bulan Sabit


















Dari hasil observasi Sagitarius A, lubang hitam di galaksi Bimasakti, ilmuwan memprediksi bahwa lubang hitam punya bentuk bulan sabit.

CALIFORNIA, KOMPAS.com — Astronom memprediksi, lubang hitam memiliki bentuk bulan sabit, bukan gumpalan seperti yang diduga sebelumnya. Prediksi ini terungkap dalam pertemuan tahunan American Astronomical Society ke-221 beberapa waktu lalu.

Lubang hitam memang tak bisa dilihat dan dicitrakan. Namun, batasan lubang hitam atau yang dikenal dengan horizon peristiwa bisa dideteksi dari radiasi yang diemisikan ketika ada benda yang jatuh ke lubang hitam.

Sebuah proyek baru bernama Event Horizon Telescope menggabungkan kekuatan dari beragam teleskop radio untuk melihat obyek yang sangat kecil. Event Horizon Telescope telah melakukan beberapa pengukuran pada obyek Sagitarius A.

Dari hasil beberapa pengukuran, Ayman bin Kamruddin, mahasiswa University of California, Berkeley, yang terlibat proyek, memperkirakan bahwa bentuk bulan sabit adalah bentuk lubang hitam terbaik.

Permodelan mengungkap, bentuk bulan sabit muncul dari bentuk donat pipih yang dibentuk oleh materi yang mengorbit lubang hitam dan sedang dalam perjalanan untuk terjebak masuk ke dalamnya. Satu sisi lubang hitam tampak gelap, yang lainnya terang.

Sementara itu, bagian tengah lubang hitam disebut bayangan lubang hitam. Bagian itulah yang merepresentasikan lubang hitam itu sendiri, obyek paling rapat di semesta sehingga apa pun tak bisa lari, tak terkecuali cahaya.

Mencitrakan lubang hitam memang sangat sulit. Bentuk bulan sabit kali ini memang baru prediksi. Tetapi, prediksi ini sangat penting untuk menguraikan fisika di sekitar lubang hitam. Astronom optimistis bisa mencitrakan lubang hitam dalam waktu dekat.

"Event Horizon Telescope adalah yang pertama bisa mencakup skala luas sebanding dengan ukuran horizon peristiwa dari lubang hitam. Saya pikir bukan hal gila untuk berpikir bahwa kita akan bisa mendapatkan citra itu dalam 5 tahun," kata Kamruddin seperti dikutip Space, Minggu (20/1/2013).

Ini Dia Makhluk Laut Paling Beracun


















KOMPAS.com — Apa makhluk laut paling mematikan? Jawabannya adalah tawon laut atau ubur-ubur kotak. Racun hewan ini bisa menyebabkan kematian pada manusia.

Tawon laut memiliki bentuk tubuh kotak serta tentakel dengan nematosit, bagian yang kaya akan racun. Racun spesies ini jika diinjeksikan pada manusia bisa menyebabkan paralisis hingga kematian dalam waktu hanya beberapa menit setelah sengatan.

Ada 50 jenis tawon laut yang ada di dunia. Spesies tawon laut yang paling beracun adalah tawon laut Australia (Chironex fleckeri), ditemukan di perairan Indi-Pasifik. Tawon laut sekaligus yang terbesar di dunia. Diameter tubuhnya mencapai 31 cm dengan panjang tentakel mencapai 300 cm atau 3 meter.

Ubur-ubur kotak berbeda dengan ubur-ubur lainnya. Karakteristik uniknya adalah kemampuan untuk berenang.

Dituliskan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), tawon laut mampu berenang dengan kecepatan 7,4 km/jam, sementara ubur-ubur lain hanya mengikuti arus. Tawon laut juga memiliki kluster mata sehingga mampu melihat.

Ilmuwan percaya, dengan kemampuan berenang dan melihat, tawon laut mampu berburu mangsa, utamanya udang dan ikan kecil.

Oprah Tampil Ganas untuk Paksa Armstrong Berbicara














LOS ANGELES, KOMPAS.com — Oprah Winfrey tampil "ganas" dan berbeda saat memaksa pebalap sepeda Amerika, Lance Armstrong, mengakui semua perbuatannya dalam acara talk show-nya.

Oprah, yang biasanya tampil hangat dan "naif" di hadapan narasumbernya untuk mengejar pengakuan mereka, kali ini mencecar Armstrong. Ia mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pengakuan pebalap sepeda Amerika tersebut soal penggunaan obat-obatan terlarang sepanjang kariernya.

Ia bahkan dengan tegas berani menuduh Armstrong sebagai seorang pembohong besar dan kerap melakukan pelecehan terhadap rekan-rekan setimnya. "Apakah anda melakukan pelecehan?" tanya Oprah. Ini berkaitan dengan pengakuan teman setim yang menyebut dirinya dipaksa mengikuti kebiasaan Armstrong mengonsumsi obat terlarang.

"Jelaskan bagaimana Anda melakukan hal itu," cecar Oprah dalam siaran talk show berdurasi 90 menit yang disiarkan saluran televisi kabel OWN milik Oprah.

Oprah, 58, telah lebih dari 25 tahun memandu acara yang berisi wawancaranya dengan selebriti ternama. Selama ini, ia tampil dengan gaya konvensional yang ramah dan bersahabat dalam memancing jawaban dari narasumbernya. Cara ini kerap efektif yang membuat narasumber bersedia dan secara tidak sadar membuka sisi terkelam dalam hidup mereka.

Namun, di hadapan Armstrong, Oprah sama sekali tak mau berbasa-basi dan langsung tampil mencecar. "Anda bukan hanya membantah (kasus) ini.  Anda bahkan mati-matian melakukan hal itu," kata Oprah. "Anda bahkan berani menuntut pihak-pihak yang ternyata selama ini berkata benar tentang perbuatan Anda. Apa-apaan ini?" 

Wawancara dengan Armstrong memperlihatkan reputasi luar biasa seorang Oprah sejak ia dipaksa mengakhiri acara talk showOprah Winfrey Show, pada 2011 dan menjalankan televisi kabel OWNmiliknya. Kesempatan ini mungkin merupakan pencapaian kedua terbesar sejak ia berhasil menghadirkan Michael Jackson pada 1993 dalam wawancara televisi pertama setelah 14 tahun membisu.

Oprah sendiri mengakui wawancara dengan Armstrong  merupakan sesuatu yang sangat berarti, bahkan terbesar dalam hal penggalian sesuatu yang kontroversial.
"Anda bahkan berani menuntut pihak-pihak yang ternyata selama ini berkata benar tentang perbuatan Anda. Apa-apaan ini?

Hazard Kartu Merah, Swansea ke Final Piala Liga Inggris



















SWANSEA, KOMPAS.com - Swansea City akhirnya melangkah ke final Piala Liga Inggris, setelah bermain imbang tanpa gol di Stadion Liberty, Rabu atau Kamis (24/1/2013) dini hari WIB. Dalam pertandingan itu, salah satu pemain Chelsea mendapatkan kartu merah yang berasal dari insiden unik dengan ball boy di paruh kedua.
Sejarah sepanjang Piala Liga Inggris berpihak kepada Swansea yang unggul dua gol tanpa balas pada pertemuan pertama. Belum ada tim yang membalikkan keadaan dan kemudian melaju ke babak selanjutnya.

Di lain pihak, Manajer Chelsea memilih menempatkan Demba Ba sebagai starter, ketimbang memasang Fernando Torres. El Nino tak pernah mencetak gol sejak 23 Desember, sementara Ba sudah mengemas tiga gol hanya dalam lima pertandingan sejak berkostum The Blues.

Pada menit ketujuh, wasit Chris Foy tak memberikan penalti setelah Demba Ba terjatuh saat berduel dengan Benjamin Davies. Dalam tayangan ulang, Ba sengaja menjeratkan kakinya kepada Davies, untuk mendapatkan sepakan 12 pas.

Tiga menit kemudian, Wayne Rouledge menyodorkan umpan terukur kepada Michu. Wks striker Rayo Vallecano itu telah melepas tembakan ke pojok gawang Chelsea. Namun, Petr Cech gemilang menepisnya.

Pada menit ke-22, Chelsea memiliki peluang setelah Ashley Cole melakukan overlap. Umpan tarik diberikan dan mendarat di depan gawang Swansea, namun berhasil dibuang Ashley Williams. Tak ada satu pun pemain Chelsea yang menyambut umpan Cole.

Tak berapa lama, Gary Cahill sukses menanduk bola hasil sebuah sepak pojok. Lagi-lagi Williams yang mengamankan bola yang mengarah ke dalam gawangnya.

Delapan menit seusai turun minum, Chelsea mendapatkan sepak pojok. Juan Mata mengeksekusi dengan baik, namun Gerhard Tremmel meninjunya dan menjauhkan gawangnya dari bahaya.

Pada menit ke-58, tembakan voli Mata masih dapat diblok para pemain Swansea. Bola liar mengarah kepada Ramires, namun gelandang Brasil itu telanjur salah langkah dari jarak 10 meter.

Saat 12 menit jelang waktu normal pungkas, terjadi insiden di sebelah kanan belakang gawang Swansea. Seorang ball boy --anak gawang-- bermaksud membantu mengambil bola dan memberikannya kepada Eden Hazard. Namun, ia terjatuh dan bola berada di bawahnya. Karena tak sabar, Hazard menendang iga kanan ball boy tersebut. Sejumlah pemain Swansea sempat mencemooh Hazard.

Setelah dua menit berbicara dengan Frank Lampard dan Hazard, wasit Foy memutuskan memberikan kartu merah kepada gelandang Belgia itu. Di pinggir lapangan, Manajer The Blues, Rafael Benitez, terlihat sangat gusar dan nyaris meledak temperamennya.

Dua menit jelang bubaran, The Swans mendapatkan peluang melalui Ki Sung-yeung. Gelandang Korsel itu membelah sayap kiri pertahanan Chelsea, namun akhirnya terjatuh di kotak penalti dan bola pun dikuasai para pemain London Biru.

Asisten wasit pun memberikan tambahan waktu enam menit. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tanpa gol bertahan. Swansea pun berhak atas tiket final Piala Liga Inggris dan akan menantang tim League Two, Bradford City, di Wembley pada 24 Februari nanti.

Susunan Pemain
Swansea (4-2-3-1): 
25-Gerhard Tremmel; 22-Angel Rangel, 6-Ashley Williams, 4-Chico, 33-Benjamin Davies; 7-Leon Britton, 24-Ki Sung-yeung; 11-Pablo Hernandez, 20-Jonathan de Guzman, 15-Wayne Routledge (12-Nathan Dyer 65); 9-Michu
Manajer: Michael Laudrup

Chelsea (4-2-3-1): 1-Petr Cech; 28-Cesar Azpilicueta, 24-Gary Cahill, 2-Branislav Ivanovic (4-David Luiz 68), 3-Ashley Cole (34-Ryan Bertrand 86); 7-Ramires, 8-Frank Lampard; 11-Oscar (9-Fernando Torres 81), 10-Juan Mata, 17-Eden Hazard (kartu merah 80); 29-Demba Ba
Manajer: Rafael Benitez

Wasit: Chris Foy

Another Source