Jumat, 25 Januari 2013

Miroslav Janu, Sosok Pelatih Panutan


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Direktur Pembinaan Usia Dini PSSI, Timo Scheunemann, menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya pelatih Persebaya Surabaya Divisi Utama, Miroslav Janu.
Timo menilai Janu merupakan pelatih yang bisa jadi panutan karena memiliki sikap profesionalisme yang tinggi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Miro, sapaan akrab Janu, meninggal karena serangan jatung pada Kamis (24/1/2013) pukul 12.00 WIB. Kini, pelatih asal Republik Ceko tersebut masih disemayamkan di Rumah Sakit Siloam, Surabaya.
Kabar ini menyisakan duka bagi insan sepak bola Indonesia tak terkecuali Timo.
"Secara sekilas saya melihat, dia memiliki pribadi yang baik dan ramah. Saya juga pernah ke rumahnya di Ceko, bertemu dengan keluarganya," jelas Timo saat dihubungi wartawan, Kamis (24/01).
Timo menilai Miro sebagai sosok yang tegas dalam profesinya sebagai pelatih, meskipun terkadang pelatih yang pernah menangani Arema tersebut kerap bertindak kontroversial.
"Dia adalah pelatih yang tegas dengan programnya karena semua harus sesuai dengan apa keinginan dia. Terkadang, inilah yang menjadi kontroversi di sepak bola Indonesia. Terlepas dari itu, semua program yang dijalankannya memiliki tujuan baik sehingga para pemain punya rasa hormat yang tinggi kepadanya. Dia contoh pelatih yang memiliki rasa profesionalisme tinggi. Saya pikir patut dicontoh oleh pelatih lain. Saya turut berduka cita atas meninggalnya Miro. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya," beber Timo.
Sementara itu, Manajer Pesebaya DU, Bambang Pramukantoro, mengaku tak memiliki firasat sedikit pun terkait kepergian Miro. Miro, kata Bambang, sempat meminta manajemen mengadakan rapat evaluasi dalam persiapan mengarungi musim kompetisi 2013.
"Tujuannya, dia meminta manajemen klub untuk membahas masalah evaluasi tim dalam menyambut musim baru 2013. Namun, dia ternyata sudah lebih dulu dipanggil Tuhan," jelas Bambang.
Bambang menambahkan pihaknya tengah berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia dan Dubes Republik Ceko untuk mengurus kepulangan jenazah Miro ke kampung halamannya.
"Jika nantinya sudah ada keputusan maka jenazah akan kita kirim ke negara asalnya," tuturnya.
Berikut kronologis meninggalnya Miro sebagaimana yang disampaikan Bambang:  pukul 09.30 WIB: Miroslav Janu bangun dan mandi. Tiba-tiba dia mengeluh dadanya sakit.
Pukul 10.40 WIB, Miro tiba di RSI Jemursari untuk mendapat perawatan. Pukul 11.00 WIB: Miro merasa sakit di dadanya makin menjadi hingga mendapat suntikan pengurang rasa sakit dan bantuan oksigen.
Pukul 12.21 WIB: Miroslav Janu dinyatakan meninggal dunia akibat sakit jantung.


Perancis "Jajah" St. James' Park


NEWCASTLE, KOMPAS.com - Newcastle United makin menggeliat di bursa transfer musim dingin ini. Menariknya, seluruh pemain yang diburu The Magpies merupakan pemain asal Perancis.

Dalam dua hari terakhir, pasukan Alan Pardew telah resmi meminang kapten Montpellier, Mapou Yanga-Mbiwa, dan gelandang Girondins Bordeaux, Yoan Gouffran. Lalu, pemain Nancy-Lorraine, Massadio Haidara, dikabarkan sedang menjalani tes medis.

Tak cukup tiga pemain dari Perancis, kini Newcastle juga berminat kepada gelandang FC Toulouse, Moussa Sissoko. Kontrak Sissoko akan berakhir musim panas mendatang. Dengan begitu, jika ingin direkrut lebih cepat, maka Newcastle hanya perlu mengeluarkan dana kecil demi Sissoko.

Bak gayung bersambut, Sissoko menyambut gembira ketertarikan The Magpies. "Newcastle adalah klub yang memikatku. Bahkan, jika mereka sekarang tak menempati posisi yang bagus. Aku tak takut hal itu," jelas Sissoko.

"Aku percaya Newcastle, mempertimbangkan hasil yang mereka capai musim lalu. Apalagi, mereka banyak memiliki pemain Perancis. Newcastle bisa mendapat hasil yang lebih bagus pada paruh musim kedua," lanjutnya.

Saat ini, yang bermarkas di Stadion St. James' Park telah memiliki delapan pemain Perancis di skuad utama. Terbanyak ketimbang kontestan Premier League lain. Jika Haidara dan Sissoko datang, maka The Magpies akan memiliki pemain Perancis lebih banyak di skuad utama, ketimbang pemain asli Inggris.

Telapak Tangan Retak, Casillas Absen Lawan MU


















MADRID, KOMPAS.com - Real Madrid diperkirakan akan kehilangan kiper Iker Casillas dalam enam hingga delapan pekan mendatang, karena cedera retak tulang metacarpal di telapak tangan kiri. Lamanya cedera Casillas dilansir ASpada Kamis (24/1/2013).

Saat Madrid dijamu Valencia di ajang perempat final Copa del Rey, Rabu atau Kamis (24/1/2013) dini hari WIB lalu, Casillas hanya bermain selama 14 menit, sebelum diganti kiper cadangan Antonio Adan. Laga tersebut berakhir 1-1.

Keesokan hari waktu setempat, Los Blancos melakukan tes medis untuk mengetahui kondisi Casillas. Setelah dilakukan pemindaian medis, Casillas pun resmi mendapat diagnosisnya.

"Pemindaian medis yang dilakukan di Rumah Sakit La Moraleja Sanitas, memberi konfirmasi cedera Iker Casillas adalah retak pada tulang metacarpal pertama di telapak tangan kirinya," sebut situs resmi Madrid.

Jika benar cedera tersebut memakan waktu enam sampai delapan pekan untuk pulih, maka Casillas hampir pasti tidak bisa tampil membela Madrid dalam beberapa laga penting, termasuk dalam jamuan untuk Manchester United pada babak 16 besar Liga Champions pada 13 Februari nanti. Casillas juga akan absen dalam beberapa laga Liga BBVA sepanjang akhir Januari sampai Februari.

"De Gea Senang kalau ke Barcelona"


















MADRID, KOMPAS.com - Penyanyi asal Spanyol, Edurne Garcia Almagro, menyatakan kekasihnya, yakni kiper Manchester United, David de Gea, mungkin saja bermain di Barcelona suatu hari nanti.

Berbagai rumor mengenai De Gea muncul setelah penjaga gawang Barcelona, Victor Valdes, memutuskan tak mau memperpanjang kontrak di Camp Nou, yang akan berakhir pada Juni 2014 nanti. Sebagai pengganti Valdes, Barcelona dikabarkan mencari kiper baru.

Nama-nama kiper ternama masuk ke daftar incaran Barcelona, seperti De Gea, Pepe Reina, Marc-Andre ter Stegen, dan Bernd Leno. Namun bagi Edurne, khusus De Gea, tak menutup kemungkinan hijrah dari Old Trafford menuju Camp Nou.

"Barcelona? De Gea merasa senang berada di Manchester United. Tetapi, dia tentu akan senang kembali ke Spanyol. Apalagi jika itu Barcelona," jelas Edurne kepada 8tv.

Peluang De Gea untuk pulang ke Spanyol memang cukup terbuka. Selain masih belum begitu dipercaya Sir Alex Ferguson, hubungan cinta jarak jauh juga menjadi faktor yang memungkinan De Gea hengkang. Sebab, semenjak De Gea di Manchester, Edurne sendiri tetap tinggal di Madrid.

Kamis, 24 Januari 2013

Ronaldinho Kembali Perkuat Samba

Pelatih anyar Brasil, Luis Felipe Scolari .

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com — Setelah terpilih kembali melatih tim samba, Brasil, Felipe Scolari mulai memanggil sejumlah pemain untuk bergabung ke dalam skuad menjelang Piala Dunia 2014, Selasa (22/1/2013).
Scolari memanggil kembali dua pemain beken, yakni Ronaldinho dan penjaga gawang Julio Cesar. Scolari, yang sebelumnya pernah membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 dan kembali melatih tim Brasil sejak November lalu, tidak memasukkan Kaka dan memberikan kesempatan itu kepada striker Luis Fabiano untuk tampil pada pertandingan persahabatan melawan Inggris pada bulan depan.
Dalam pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Wembley, 6 Februari tersebut, Scolari juga memasukkan pemain tengah Lazio, Hernanes, yang sempat diabaikan oleh pelatih Brasil sebelumnya, Mano Menezes.
Scolari setidaknya masih memiliki waktu lebih kurang 18 bulan untuk membentuk tim yang diharapkan bisa mempersembahkan gelar Piala Dunia keenam bagi Brasil yang pada Piala Dunia 2014 menjadi tuan rumah.

Daftar pemain yang masuk dalam skuad Felipe Scolari.
Kiper:  Julio Cesar (Queens Park Rangers), Diego Alves (Valencia)
Pemain belakang: Daniel Alves ( Barcelona), Adriano (Barcelona), David Luiz (Chelsea), Dante (Bayern Muenchen), Leonardo Castan (AS Roma), Miranda (Atletico Madrid), Filipe Luis (Atletico Madrid).
Pemain Tengah: Ramires (Chelsea), Arouca (Santos), Paulinho (Corinthians), Hernanes (Lazio), Oscar (Chelsea), Ronaldinho (Atletico Mineiro)
Penyerang: Hulk (Zenit St Petersburg), Neymar (Santos), Lucas (Paris Saint-Germain), Fred (Fluminense), Luis Fabiano (Sao Paulo).


Gunung Semereu


Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Perjalanan

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat izin, dengan perincian, biaya surat izin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-
Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni Ranu Pani (1 ha) dan Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara danpinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.
Ranu Kumbolo
Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burungbelibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.
Selanjutnya memasuki hutan cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.
Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

Gas beracun

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel (Bahasa Jawa yang berarti "kambing gimbal", yakni kambing yang berbulu seperti rambut gimbal) oleh penduduk setempat. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajatCelsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai.
Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan November 1997 Gunung Semeru meletussebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.
Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Material yang keluar pada setiap letusan berupa abupasir,kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gunung Semeru dan telah memakan beberapa korban jiwa, walaupun pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.
Soe Hok Gie, salah seorang tokoh aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, meninggal di Gunung Semeru pada tahun 1969 akibat menghirup asap beracun di Gunung Semeru. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.
Puncak Mahameru




Iklim

Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm - 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan November - April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 - 4 derajat celsius.
Suhu rata-rata berkisar antara 3°c - 8°c pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°c - 21°c. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.

Taman nasional

Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu PaniRanu ReguloRanu Kumbolo dan Ranu Darungan.
Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuhalang-alangtembelekanharendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.
Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : macan kumbangbudengluwakkijangkancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.

Legenda gunung Semeru

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.
Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.
Dewa-Dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.
Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman DewataHyang, dan mahluk halus.

Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.
Litografi berdasarkan lukisan Abraham Salm dengan pemandangan desa dan latar belakang Gunung Semeru (1865-1872)

Aktivitas

12 Juni 2006Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, mencatat gempa vulkanik dengan kekuatan 1,8 Skala Richter (SR) akibat aktivitas Gunung Semeru (3.676 mdpl).

SUMBERhttp://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Semeru

Gunung Salak


Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang terdapat di pulau JawaIndonesiaGunung ini mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.
Secara administratif, Gunung Salak termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten BogorJawa Barat. Pengelolaan kawasan hutannya semula berada di bawah Perum Perhutani KPH Bogor, namun sejak 2003 menjadi wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, kini bernama Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.
Banyak yang mengira nama Gunung Salak berasal dari nama tanaman Salak, akan tetapi sesunguhnya nama gunung ini berasal dari bahasasansekerta "Salaka" yang berarti perak. Maka Gunung Salak bermakna "Gunung Perak."

Vulkanologi dan geologi

Gunung Salak merupakan gunung api strato tipe A. Semenjak tahun 1600-an tercatat terjadi beberapa kali letusan, di antaranya rangkaian letusan antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri.
Menurut Hartman (1938) Gunung Salak I merupakan bagian gunung yang paling tua. Disusul oleh Gunung Salak II dan kemudian muncul Gunung Sumbul. Sedangkan Kawah Ratu diperkirakan merupakan produk akhir dari Gunung Salak. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup masih merupakan bagian dari Kawah Ratu.
Litografi tentang Gunung Salak berdasarkan sebuah lukisan oleh Raden Saleh




Jalur pendakian

Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur pendakian. Puncak yang paling sering didaki adalah puncak II dan I. Jalur yang paling ramai adalah melalui Curug Nangka, di sebelah utara gunung. Melalui jalur ini, orang akan sampai pada puncak Salak II.
Puncak Salak I biasanya didaki dari arah timur, yakni Cimelati dekat Cicurug. Salak I bisa juga dicapai dari Salak II, dan dengan banyak kesulitan, dari Sukamantri, Ciapus.
Jalur lain adalah ‘jalan belakang’ lewat Cidahu, Sukabumi, atau dari Kawah Ratu dekat Gunung Bunder.
Selain itu Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Juga memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula dikarenakan jalur yang dilewati jarang kita temukan cadangan air kecuali di Pos I jalur pendakian Kawah Ratu, beruntung di puncak Gunung ( 2211 Mdpl ) ditemukan kubangan air hujan. Gunung Salak meskipun tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya.
Cimelati Di jalur ini masuk dari desa cibuntu, Jika melewati track ini kita kan bertmu sebuah Vila besar sebelum mencapai pos/shelter 1 dan di sini juga terdapat beberapa air terjun, Di jalur ini banyak air yang cukup, dan tempat terakhir kita mengambil air sekitar 5 Meter kurang lebih dari pos/shelter 3 karna ada saluran air milik warga setempat yang di sebut juga dengan Pos/shelter Air, Setelah pos/shelter ini kita tidak bisa menemukan air maka bawalah cadangan air setelah kita melewati pos/shelter ini. jika anda melewati ini akan melewati 7 pos/shelter yang mana akan tertanda/di berinama di setiap pos/shelter. dan pos yang ke 7 adalah puncak salak 1.

Tutupan hutan

Hutan-hutan di Gunung Salak terdiri dari hutan pegunungan bawah (submontane forest) dan hutan pegunungan atas (montane forest).
Bagian bawah kawasan hutan, semula merupakan hutan produksi yang ditanami Perum Perhutani. Beberapa jenis pohon yang ditanam di sini adalah tusam (Pinus merkusii) dan rasamala(Altingia excelsa). Kemudian, sebagaimana umumnya hutan pegunungan bawah di Jawa, terdapat pula jenis-jenis pohon puspa (Schima wallichii), saninten (Castanopsis sp.), pasang (Lithocarpussp.) dan aneka jenis huru (suku Lauraceae).
Di hutan ini, pada beberapa lokasi, terutama di arah Cidahu, Sukabumi, ditemukan pula jenis tumbuhan langka yang bernama Rafflesia rochussenii yang menyebar terbatas sampai Gunung Gededan Gunung Pangrango di dekatnya.
Pada daerah-daerah perbatasan dengan hutan, atau di dekat-dekat sungai, orang menanam jenis-jenis kaliandra merah (Calliandra calothyrsus), dadap cangkring (Erythrina variegata), kayu afrika(Maesopsis eminii), jeunjing (Paraserianthes falcataria) dan berbagai macam bambu.

Margasatwa

Aneka margasatwa ditemukan di lereng Gunung Salak, mulai dari kodok dan katakreptilburung hingga mamalia.
Hasil penelitian D.M. Nasir (2003) dari Jurusan KSH Fakultas Kehutanan IPB, mendapatkan 11 jenis kodok dan katak di lingkungan S. Ciapus Leutik, Desa Tamansari, Kab. Bogor. Jenis-jenis itu ialah Bufo asperB. melanostictusLeptobrachium hasseltiiFejervarya limnocharisHuia masoniiLimnonectes kuhliiL. macrodonL. microdiscusRana chalconotaR. erythraea dan R. hosii. Hasil ini belum mencakup jenis-jenis katak pohon, dan jenis-jenis katak pegunungan lainnya yang masih mungkin dijumpai. Di Cidahu juga tercatat adanya jenis bangkong bertanduk (Megophrys montana) dan katak terbang (Rhacophorus reinwardtii).
Berbagai jenis reptil, terutama kadal dan ular, terdapat di gunung ini. Beberapa contohnya adalah bunglon Bronchocela jubata dan B. cristatellakadal kebun Mabuya multifasciata dan biawak sungai Varanus salvator. Jenis-jenis ular di Gunung Salak belum banyak diketahui, namun beberapa di antaranya tercatat mulai dari ular tangkai (Calamaria sp.) yang kecil pemalu, ular siput(Pareas carinatus) hingga ular sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang beberapa meter.
Gunung Salak telah dikenal lama sebelumnya sebagai daerah yang kaya burung, sebagaimana dicatat oleh Vorderman (1885). Hoogerwerf (1948) mendapatkan tidak kurang dari 232 jenis burung di gunung ini (total Jawa: 494 jenis, 368 jenis penetap). Beberapa jenis yang cukup penting dari gunung ini ialah elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan beberapa jenis elang lain, ayam-hutan merah(Gallus gallus), Cuculus micropterusPhaenicophaeus javanicus dan P. curvirostrisSasia abnormisDicrurus remiferCissa thalassinaCrypsirina temiaburung kuda Garrulax rufifrons,Hypothymis azureaAethopyga eximia dan A. mystacalis, serta Lophozosterops javanica.
Sebagaimana halnya reptil dan kodok, catatan mengenai mamalia Gunung Salak pun tidak terlalu banyak. Akan tetapi di gunung ini jelas ditemukan beberapa jenis penting seperti macan tutul(Panthera pardus), owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata) dan trenggiling (Manis javanica).

SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Salak

Another Source